matamu mengisyaratkan kejujuran
keningmu mengabarkan kesabaran
pipimu menjelaskan kesederhanaan
hidungmu menunjukkan keikhlasan
bibirmu menawarkan kehangatan
jakarta, november - desember 2011
Sabtu, 24 Desember 2011
Rabu, 16 November 2011
Pertanyaan Gelisahku Setelah Merampungkan Serajut Puisi
telah kurimai setiap diksi
usai kutenun serajut puisi
akan kuapakan indah perih ini?
tak kupeduli,
kusiram air mata lagi?
sekalian kuinjak-injak lagi
biar kudapat lagi
serajut puisi yang lebih perih
kemayoran, februari '10 - november '11
usai kutenun serajut puisi
akan kuapakan indah perih ini?
tak kupeduli,
kusiram air mata lagi?
sekalian kuinjak-injak lagi
biar kudapat lagi
serajut puisi yang lebih perih
kemayoran, februari '10 - november '11
Selasa, 15 November 2011
Hari Raya Daging
gempita takbir mengingatkan para fakir akan kelezatan
yang telah setahun genap meninggalkan lidah
bila nasib baik berpihak
hari ini daging yang akan mereka dapat mungkin banyak
tapi biasanya mereka lebih memilih kenyang ketimbang kelezatan
maka kantong-kantong itu akan segera berpindah tangan
jakarta, 2009 - 2011
yang telah setahun genap meninggalkan lidah
bila nasib baik berpihak
hari ini daging yang akan mereka dapat mungkin banyak
tapi biasanya mereka lebih memilih kenyang ketimbang kelezatan
maka kantong-kantong itu akan segera berpindah tangan
jakarta, 2009 - 2011
Senin, 10 Oktober 2011
Aku Sakit Lagi
:para sakit
...kembali
meriang garang memelukku
nyeri melingkari kepala,
punggung merengek linu,
pinggang mengeluh ngilu,
tak mau kalah merintih pula persendiaan.
dengan sisa tenaga yang tak seberapa
kusangga gumpal hasrat di tempurung
agar tak menimpah sisa jiwaku.
biar tak ambruk aku...
kemayoran, 09 feb 2010 - 10 okt 2011
...kembali
meriang garang memelukku
nyeri melingkari kepala,
punggung merengek linu,
pinggang mengeluh ngilu,
tak mau kalah merintih pula persendiaan.
dengan sisa tenaga yang tak seberapa
kusangga gumpal hasrat di tempurung
agar tak menimpah sisa jiwaku.
biar tak ambruk aku...
kemayoran, 09 feb 2010 - 10 okt 2011
Sabtu, 08 Oktober 2011
2014
Beberapa kali kalian juntaikan kesanggupan pada kami
Bila kami tandai foto kalian maka tempat kami akan kalian angkat
Dari gulma dan hama jadi tanaman utama
Dan sering kami percaya
Kesanggupan yang kalian umpankan pada kami sungguh menyilaukan
Sebab kami tak pernah temukan cahaya gemerlap
Di tempat kami yang selalu gelap senyap pengap
Namun kalian tarik kembali dan simpan kesanggupan itu
Di saku jas sebelum memulainya sebab mata dan hati kalian lebih dulu silau
Oleh pendaran kenikmatan yang sedikit demi sedikit
Kalian rasakan di suasana baru yang lebih nyaman
Umpan telah menjerat kami tidak hanya di leher-leher
Bahkan pula selalu melukai mata dan hati kami
Ini 2014, saat dimana kesanggupan akan kembali kalian juntaikan
Kalian akan cari kami hingga ke belukar paling gelap senyap pengap
Bergulung-gulung kesanggupan kalian tebar agar kami keluar dan mendekati
Serupa hewan buruan atau ikan yang melihat makanan padahal umpan
Namun kini kami telah paham tabiat kalian
Ucapan kalian kerap meniadakan keberadaan kami
Coba kalian ulang tebar kesanggupan pasti akan kami abaikan
Kalian tak lebih dari pendusta yang cuma lihai bersilat lidah
Jakarta, April '11
Bila kami tandai foto kalian maka tempat kami akan kalian angkat
Dari gulma dan hama jadi tanaman utama
Dan sering kami percaya
Kesanggupan yang kalian umpankan pada kami sungguh menyilaukan
Sebab kami tak pernah temukan cahaya gemerlap
Di tempat kami yang selalu gelap senyap pengap
Namun kalian tarik kembali dan simpan kesanggupan itu
Di saku jas sebelum memulainya sebab mata dan hati kalian lebih dulu silau
Oleh pendaran kenikmatan yang sedikit demi sedikit
Kalian rasakan di suasana baru yang lebih nyaman
Umpan telah menjerat kami tidak hanya di leher-leher
Bahkan pula selalu melukai mata dan hati kami
Ini 2014, saat dimana kesanggupan akan kembali kalian juntaikan
Kalian akan cari kami hingga ke belukar paling gelap senyap pengap
Bergulung-gulung kesanggupan kalian tebar agar kami keluar dan mendekati
Serupa hewan buruan atau ikan yang melihat makanan padahal umpan
Namun kini kami telah paham tabiat kalian
Ucapan kalian kerap meniadakan keberadaan kami
Coba kalian ulang tebar kesanggupan pasti akan kami abaikan
Kalian tak lebih dari pendusta yang cuma lihai bersilat lidah
Jakarta, April '11
Selasa, 04 Oktober 2011
Terang Bulan
di desa terang bulan amat dicinta
leleh cahayanya buat malam bercerita
cerita tentang siang penuh juang
muda-mudi giat petualang
di desa sinar bulan begitu didamba
sapu remang bikin temaram bergembira
gembira sebab malam penuh riang
kanak-kanak lepas senang
di desa bulan masih bermakna
setiap wajah memandang ceria
jakarta, mei 2011
leleh cahayanya buat malam bercerita
cerita tentang siang penuh juang
muda-mudi giat petualang
di desa sinar bulan begitu didamba
sapu remang bikin temaram bergembira
gembira sebab malam penuh riang
kanak-kanak lepas senang
di desa bulan masih bermakna
setiap wajah memandang ceria
jakarta, mei 2011
Selasa, 05 Juli 2011
Semakin
semakin berusia semakin berdosa
bertambah uzur bertambah kufur
kian berkata kian berdusta
banyak omong banyak bohong
semakin bertambah semakin bedebah
kian banyak kian tamak
kemayoran, juni 2011
bertambah uzur bertambah kufur
kian berkata kian berdusta
banyak omong banyak bohong
semakin bertambah semakin bedebah
kian banyak kian tamak
kemayoran, juni 2011
Selasa, 28 Juni 2011
A n a k
dua garis yang menempel di alat itu
dari air seni ibu pertanda kehadiranmu
sejak itu setiap detik menjadi asa
jadilah engkau hamba berguna
bagi yang kerabat maupun handai taulan
untuk yang tersekat juga terpinggirkan
setelah tangismu reda coba kau lebarkan telinga
betapa banyak bayi yang menangis karena susu ibunya tak ada rasa
rasa susu bayi-bayi itu telah dibawa pergi
oleh para penjaja janji yang dijual murah lima tahun sekali
maka bersyukurlah kau jadi anakku
yang masih mampu menaruh rasa di air susu ibumu
kemayoran - tasikmalaya, juni 2011
dari air seni ibu pertanda kehadiranmu
sejak itu setiap detik menjadi asa
jadilah engkau hamba berguna
bagi yang kerabat maupun handai taulan
untuk yang tersekat juga terpinggirkan
setelah tangismu reda coba kau lebarkan telinga
betapa banyak bayi yang menangis karena susu ibunya tak ada rasa
rasa susu bayi-bayi itu telah dibawa pergi
oleh para penjaja janji yang dijual murah lima tahun sekali
maka bersyukurlah kau jadi anakku
yang masih mampu menaruh rasa di air susu ibumu
kemayoran - tasikmalaya, juni 2011
Sabtu, 30 April 2011
Sajak-sajak Pendek Lagi
1. Kertas
di atas hamparan luas
kawanan kata dihempas
berharap makna terkelupas
kemudian lepas bebas
di atas hamparan luas
kawanan kata dihempas
berharap makna terkelupas
kemudian lepas bebas
4. Tidur
mari kita tidur
sebenar-benarnya tidur
leluasa mendengkur
tiada ngelindur
3. Bujangan
aku yang sendiri sering mengusir
ampas kopi yang beku di dasar cangkir
agar pahitnya kembali hadir
menemani liarku di alam pikir
Jakarta, 2010
Senin, 11 April 2011
Credit Card
kartu dijejalkan gesek dilicinkan
gengsi ditinggikan pamor diterangkan
ingat dilalaikan hutang digunungkan
bayar dilunglaikan cicil dibengkakkan
tempo dilewatkan bogem dicecapkan
jakarta, april ‘11
gengsi ditinggikan pamor diterangkan
ingat dilalaikan hutang digunungkan
bayar dilunglaikan cicil dibengkakkan
tempo dilewatkan bogem dicecapkan
jakarta, april ‘11
Sabtu, 09 April 2011
Luka
di sini lukamu menjadi ratapku
ratapku tak usah kau cumbu
di sini airmata melumuri warta
warta menganaksungaikan airmata
di sini luka dan airmata menjadi citarasa
citarasa yang disukai semua
Jakarta, 05 Desember 2010
di sini airmata melumuri warta
warta menganaksungaikan airmata
di sini luka dan airmata menjadi citarasa
citarasa yang disukai semua
Jakarta, 05 Desember 2010
Kamis, 07 April 2011
Diksi-diksi Basi
kerap kucari diksi
guna menyesaki sejuntai puisi
kususuri sepanjang istilah terpajang
biarpun keranjangku berlubang
meratapi sedih nan mendidih
melumuri diri merah getih
berkawan pada awan dan hujan
coba akrabi halilitar
melawan sekawanan lawan
biarpun diselimuti gentar
mengarungi samudera seluas gelas
menyelami lautan sedalam kolam
berbekal bebal, bernafas seutas
mengais pepasir di pesisir
menjumput maut
dari merapi nan berapi-api
wedus gembel ora tau adhus
memanen tsunami
aceh, nias, mentawai
mengundang bandang
wasior,…
hutan-hutan gundul
menamai jasad-jasad tak dikenal
pun nyawa-nyawa tak berharga
dari kematian nan nian
melipat tragedi di penjuru negeri
menelanjangi para petinggi
hingga diri sendiri
korupsi, aspirasi, hak azasi
dasi, nasi, terasi, basi
hukuman mati, hukum mati
markus, kakus, tikus
gayus?
dimana jaksa, hakim, polisi?
presiden, parlemen, cemen
preman pasar dan terminal
perempuan-perempuan
sholeha, binal
juru parkir, jutawan-jutawan kikir
mengritisi lsm-lsm mingkem melempem
mengupas ormas-ormas beringas
kitab suci, kepercayaan, perdebatan, ulasan
menonton pertandingan bola
penonton saling lempar umpatan, caci maki
pemain saling umpan bogem mentah
wasit berdarah-darah
pelajar, mahasiswa, warga
kejar-kejaran, tawuran
batu bata, senpi, parang, wajah garang
semua berbunyi sama serupa rima
lari sembunyikan diri
di semak-semak sajak
aku menyelinap menjelma diksi
lebur meresap ke tanah gembur subur
adil makmur?
berhenti di liang kubur…
Jakarta, 09 Oktober 2010
guna menyesaki sejuntai puisi
kususuri sepanjang istilah terpajang
biarpun keranjangku berlubang
meratapi sedih nan mendidih
melumuri diri merah getih
berkawan pada awan dan hujan
coba akrabi halilitar
melawan sekawanan lawan
biarpun diselimuti gentar
mengarungi samudera seluas gelas
menyelami lautan sedalam kolam
berbekal bebal, bernafas seutas
mengais pepasir di pesisir
menjumput maut
dari merapi nan berapi-api
wedus gembel ora tau adhus
memanen tsunami
aceh, nias, mentawai
mengundang bandang
wasior,…
hutan-hutan gundul
menamai jasad-jasad tak dikenal
pun nyawa-nyawa tak berharga
dari kematian nan nian
melipat tragedi di penjuru negeri
menelanjangi para petinggi
hingga diri sendiri
korupsi, aspirasi, hak azasi
dasi, nasi, terasi, basi
hukuman mati, hukum mati
markus, kakus, tikus
gayus?
dimana jaksa, hakim, polisi?
presiden, parlemen, cemen
preman pasar dan terminal
perempuan-perempuan
sholeha, binal
juru parkir, jutawan-jutawan kikir
mengritisi lsm-lsm mingkem melempem
mengupas ormas-ormas beringas
kitab suci, kepercayaan, perdebatan, ulasan
menonton pertandingan bola
penonton saling lempar umpatan, caci maki
pemain saling umpan bogem mentah
wasit berdarah-darah
pelajar, mahasiswa, warga
kejar-kejaran, tawuran
batu bata, senpi, parang, wajah garang
semua berbunyi sama serupa rima
lari sembunyikan diri
di semak-semak sajak
aku menyelinap menjelma diksi
lebur meresap ke tanah gembur subur
adil makmur?
berhenti di liang kubur…
Jakarta, 09 Oktober 2010
Kamis, 31 Maret 2011
Ilham
hasratku terjaga
kucumbui kau seketika
aku tenggelam di lautmu
aku melayang di angkasamu
jakarta, maret '11
sajak ini telah diposkan di situseni
kucumbui kau seketika
aku tenggelam di lautmu
aku melayang di angkasamu
jakarta, maret '11
sajak ini telah diposkan di situseni
Selasa, 01 Maret 2011
Akankah Rindu dan Cinta Terlukis Apa Adanya
Kita telah kerap melukis rindu dan cinta
dengan corak dan warna berbeda beda
juga sentuhan dan goresan tak sama
melewati perasaan dan suasana jiwa diri kita.
Tetapi pernahkah kita melukis rindu dan cinta
disaat perut sedang hampa
bersamaan uang di saku tak ada
atau ketika dihampiri nestapa?
Di benakku tertempel sehelai tanya,
akankah rindu dan cinta terlukis apa adanya
dengan corak dan warna berbeda beda
juga sentuhan dan goresan tak sama
melewati perasaan dan suasana jiwa diri kita.
Tetapi pernahkah kita melukis rindu dan cinta
disaat perut sedang hampa
bersamaan uang di saku tak ada
atau ketika dihampiri nestapa?
Di benakku tertempel sehelai tanya,
akankah rindu dan cinta terlukis apa adanya
bila diri lara?
Jakarta, nov '09 - feb '11
Erosi Jiwa
tak mungkin Ia keliru
meniupkan jiwa beserta perilaku
pada raga yang tak baku
lalu siapakah dia
pria yang tak ingin menjadi pria
atau wanita beraga pria
mungkinkah sebuah kodrat
atau malah sebuah amanat
bagi kaum yang sehat
tapi bila maksiat
sudah pasti itu laknat
berusaha untuk membela diri
bersama kawula hak azasi
keseharian begitu dinikmati
kontes menjadi ajang penegasan eksistensi
atau malah penjerumusan diri
lebih dalam lagi
akankah sadar atau kian lupa diri
jakarta, 26 des '09
meniupkan jiwa beserta perilaku
pada raga yang tak baku
lalu siapakah dia
pria yang tak ingin menjadi pria
atau wanita beraga pria
mungkinkah sebuah kodrat
atau malah sebuah amanat
bagi kaum yang sehat
tapi bila maksiat
sudah pasti itu laknat
berusaha untuk membela diri
bersama kawula hak azasi
keseharian begitu dinikmati
kontes menjadi ajang penegasan eksistensi
atau malah penjerumusan diri
lebih dalam lagi
akankah sadar atau kian lupa diri
jakarta, 26 des '09
Senin, 28 Februari 2011
Apakah?
laah...
rekah rindukah,
bongkah batukah,
ataukah salah memanah?
mungkinkah arwah dibelah?
aah...
apakah gerah gairah
di tengah getah merah,
patah tanah,
darah tumpah?
waah...
cintakah,
pedulikah,
pamrihkah?
apakah amarah telah lelah?
haah...
wajah siapakah wajah dibawah wajah?
laa haula walaa quwwata illa billaah...
kemayoran, 09042010
rekah rindukah,
bongkah batukah,
ataukah salah memanah?
mungkinkah arwah dibelah?
aah...
apakah gerah gairah
di tengah getah merah,
patah tanah,
darah tumpah?
waah...
cintakah,
pedulikah,
pamrihkah?
apakah amarah telah lelah?
haah...
wajah siapakah wajah dibawah wajah?
laa haula walaa quwwata illa billaah...
kemayoran, 09042010
Jumat, 25 Februari 2011
Bis Kota
pagi
: mengantar pergi menjemput nafkah
sore
: membawa kembali lelah ke rumah
pagi ditunggu
sore dirindu
pagi sore selalu
di sebuah bis kota di tengah kemacetan di jalan gunung sahari, 30 April 2010
: mengantar pergi menjemput nafkah
sore
: membawa kembali lelah ke rumah
pagi ditunggu
sore dirindu
pagi sore selalu
di sebuah bis kota di tengah kemacetan di jalan gunung sahari, 30 April 2010
Selasa, 22 Februari 2011
Berhitung
berhitung mulai!
satu, kantongku masih lunglai
dua, bertebaran aroma bangkai
tiga, jangan dekat pantai
empat, putuskan mata rantai
…
2010
satu, kantongku masih lunglai
dua, bertebaran aroma bangkai
tiga, jangan dekat pantai
empat, putuskan mata rantai
…
2010
Senin, 21 Februari 2011
Digoda Sajak
awal cerita di tata almanak, sajak mampir sejenak
menawarkan rancu di beranda sukaku
tentu tegas aku menolak oleh ketidakpahamanku
di lain luang sajak kembali bertandang
memamerkan sepohon indah nan rindang
selerakupun sedikit terangsang
dan seiring waktu, sajak kian rajin menyelinap ke setiap inderaku.
kini sajak tak lagi risih
genit mencubit di riuh rerintih,
gemulai menari di atas genangan getih,
menembangkan pilu terdengar merdu,
menuturkan derita tiada terbata,
mengisahkan lakon curang amat tenang.
aku renyah mengunyah semua kisah,
belajar tega menadah airmata para lara,
dan bernafsu meramu kata menjadi pelupa duka.
ah...sajak,
pekaku kau injak injak
hingga akupun merasa enak.
kemayoran, 26-01-'10
menawarkan rancu di beranda sukaku
tentu tegas aku menolak oleh ketidakpahamanku
di lain luang sajak kembali bertandang
memamerkan sepohon indah nan rindang
selerakupun sedikit terangsang
dan seiring waktu, sajak kian rajin menyelinap ke setiap inderaku.
kini sajak tak lagi risih
genit mencubit di riuh rerintih,
gemulai menari di atas genangan getih,
menembangkan pilu terdengar merdu,
menuturkan derita tiada terbata,
mengisahkan lakon curang amat tenang.
aku renyah mengunyah semua kisah,
belajar tega menadah airmata para lara,
dan bernafsu meramu kata menjadi pelupa duka.
ah...sajak,
pekaku kau injak injak
hingga akupun merasa enak.
kemayoran, 26-01-'10
Selasa, 15 Februari 2011
Lemari Es
/1/
mari dinginkan impian agar awet meski usia memakan
karena di sini terlalu sukar mewujudkan impian
oleh banyak kelok tajam di jalan
dan amat mahal harga yang harus dibayarkan.
baikkah bila cita-cita dibekukan
lantaran uang adanya di bulan?
/2/
mari bandingkan isi lemari es dengan menu yang jelata makan
empat sehat lima sempurna sekedar anjuran
tapi bagaimana mendapatkan jarang disosialisasikan.
kesempatan yang dijanjikan hanya penantian,
-yang tak kunjung berhenti.
nasehat tentang gizi jadi tontonan sehari-hari
karena penghasilan cuma cukup untuk beli nasi
lauk pauk soal nanti yang pentig perut terisi
sebab hari-hari mesti diecapi...
/3/
perlihatkan isi lemari es milikmu kepadaku
agar aku berselera menelan ludahku
dengan membayangkan nikmat itu
andai aku berkesempatan menyantap
-isi lemari es milikmu,
barulah aku akan memintamu
untuk sisa-sisa makananmu
untuk mengganjal perutku...
/4/
menyimpan aneka selera
membusuk karena serakah
yang lewat rongga sama saja,
-menjijikan.
jakarta, 19 nov 2009
mari dinginkan impian agar awet meski usia memakan
karena di sini terlalu sukar mewujudkan impian
oleh banyak kelok tajam di jalan
dan amat mahal harga yang harus dibayarkan.
baikkah bila cita-cita dibekukan
lantaran uang adanya di bulan?
/2/
mari bandingkan isi lemari es dengan menu yang jelata makan
empat sehat lima sempurna sekedar anjuran
tapi bagaimana mendapatkan jarang disosialisasikan.
kesempatan yang dijanjikan hanya penantian,
-yang tak kunjung berhenti.
nasehat tentang gizi jadi tontonan sehari-hari
karena penghasilan cuma cukup untuk beli nasi
lauk pauk soal nanti yang pentig perut terisi
sebab hari-hari mesti diecapi...
/3/
perlihatkan isi lemari es milikmu kepadaku
agar aku berselera menelan ludahku
dengan membayangkan nikmat itu
andai aku berkesempatan menyantap
-isi lemari es milikmu,
barulah aku akan memintamu
untuk sisa-sisa makananmu
untuk mengganjal perutku...
/4/
menyimpan aneka selera
membusuk karena serakah
yang lewat rongga sama saja,
-menjijikan.
jakarta, 19 nov 2009
Langganan:
Postingan (Atom)