Selasa, 08 Februari 2011

Menggali Sajak

mata otakku berkali-kali aku asah
agar mampu kugali sajak-sajakku yang dalamnya cuma sejengkal
namun kata-kata yang menyentuh mata otakku amat cadas
makna telah lebih dulu lepas sebelum otakku sempat kuhempas
selalu yang kudapati hanya seonggok gemas yang entah kapan menetas

sampai kapan aku mesti bekerja keras?
sedang otak telah sampai ampas kuperas.

(diam-diam aku rajin mengintip ke ladang tetangga)


kemayoran, 2010 - 2011

2 komentar:

indrawisudha mengatakan...

Sama sepertiku, Kawan. Diam-diam aku rajin mengintip ke ladangmu dan ladang-ladang lain.

Banyak inspirasi dari ladangmu.

Tilarso mengatakan...

saling intip rupanya kita, kawan
hehehe