Jumat, 11 Februari 2011

Nasi Telah Menjadi Lulur

: para demonstran murni

sebungkus nasi telah menjadi lulur
untuk kulit kusam para demonstran yang terjemur
bersemangat untuk transparansi yang kian mengabur
dan kekhawatiran akan keleluasaan yang hendak dikubur

nampaknya cita cita luhur tak diizinkan menjadi mabrur
jalan kata dan nafas mulai dipersempit serapat dubur

sementara asap semakin jarang mengepul dari setiap dapur
sebab air hampir tandas di setiap sumur
inikah gambaran negeri yang adil makmur?
sekuntum negeri idaman para leluhur


jakarta, 24 desember 2009

2 komentar:

Erianto Anas mengatakan...

Maaf saya jawab di sini mas Tilarso.
Dan gak berhubungan nih dengan tulisan di atas.

Mengatur jarak antar Widget:


Sturktur template blog ini beda mas.
Tapi perkiraan saya mgk lokasinya di sini

.main-inner .widget {
background-color: #efe0cb;
border: 1px solid transparent;
padding: 0 15px 15px;
margin: 20px -16px;
-moz-box-shadow: 0 0 0 rgba(0, 0, 0, .2);
-webkit-box-shadow: 0 0 0 rgba(0, 0, 0, .2);
-goog-ms-box-shadow: 0 0 0 rgba(0, 0, 0, .2);
box-shadow: 0 0 0 rgba(0, 0, 0, .2);
-moz-border-radius: 0;
-webkit-border-radius: 0;
-goog-ms-border-radius: 0;
border-radius: 0;
}

Kalau mau, mas Tilarso harus uji coba mas.
Coba utak atik angka pada padding dan marginnya.
Terus lihat perubahannya.
Jangan lupa copy dulu data pertamanya sebelum diutak atik.
Nanti kalau uji cobanya gak berhasil kan tinggal dicopy backup nya.
Tapi yang diopy gak usah semuanya. Yang sekelompok ini saja.

Semoga berhasil.

Tilarso mengatakan...

Terimkasih mas atas penjelasannya