Selasa, 04 Januari 2011

Pahlawan Disiksa

menyimak berita derita pada tubuh-tubuh tertanda aniaya
serasa menyaksikan cerita dalam drama,
tokoh dan alurnya tak sama namun laranya serasa. diratapi,
setelahnya tak lebih dari kabar burung.
terkatung menunggu berpihaknya mujur,
-syukur-syukur tak tambah hancur.

bila mereka pulang beroleh senang, itu semestinya memang.
jika mereka kembali tertera tanda aniaya dan tanpa upah kerja,
dimana harga diri bangsa dan sedang apa yang berkuasa?

menyimak berita derita pada tubuh-tubuh tertanda aniaya
kita cuma mampu terperangah, kesal bercampur geram
pemerintah entah. devisa! devisa! devisa!

tubuh-tubuh tertanda aniaya tetap tertera di judul berita
kelak akan dilupa seperti juga cerita dalam drama.


mangga dua, 09052010

Tidak ada komentar: